BR-V // PALEMBANG – Lembaga Sriwijaya Corruption Watch (SCW) menyerukan aksi unjuk rasa besar-besaran terkait persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Selatan.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, dengan titik aksi di kantor **Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di Palembang serta di Jakarta.
Dalam poster seruan aksi yang beredar, massa yang akan turun diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap persoalan distribusi BBM, khususnya solar, yang dinilai kerap mengalami kelangkaan di wilayah Sumatera Selatan.
SCW menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi di Indonesia.
Dalam rencana aksi tersebut, SCW membawa sejumlah tuntutan yang akan disampaikan kepada manajemen **Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Adapun tuntutan yang disampaikan antara lain:
1. Mendesak perombakan menyeluruh serta bersih-bersih internal manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
2. Menuntut pencopotan General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel beserta jajaran terkait karena dinilai gagal mengelola distribusi BBM di wilayah Sumatera Selatan.
3. Mendesak Direktur Utama Pertamina Patra Niaga untuk turun tangan langsung menangani persoalan kelangkaan solar yang disebut berulang kali terjadi di Sumatera Selatan.
Melalui aksi tersebut, SCW juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut mengawal tata kelola distribusi energi agar lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Seruan aksi tersebut juga mengusung slogan “Lawan Mafia Migas – Selamatkan Energi Rakyat” sebagai bentuk kritik terhadap dugaan praktik mafia migas yang dinilai merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak **Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi yang akan digelar oleh SCW tersebut.


