Berita Republik – Viral
BERAU, 5 Maret 2026.
Dua jenis tanaman air yang sering dianggap sebagai gulma ternyata menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Berau. Azolla dan Spirodela polyrhiza (rumpai bebek besar), yang dapat tumbuh dengan cepat di berbagai badan air, kini menjadi perhatian para praktisi pertanian dan aktivis lingkungan lokal.
Azolla, tanaman paku air yang memiliki hubungan simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen, mampu meningkatkan kesuburan tanah sawah secara alami. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, sekaligus menurunkan biaya produksi padi. Selain itu, kandungan proteinnya yang mencapai 35% menjadikannya sumber pakan ternak dan ikan yang murah serta bergizi.
Sementara itu, Spirodela polyrhiza tidak hanya berperan sebagai pakan alternatif, tetapi juga mampu membersihkan air dari polutan dan nutrisi berlebih seperti nitrogen dan fosfor. Tanaman ini juga berpotensi diolah menjadi biofuel dan bahkan bahan makanan manusia karena kandungan gizinya yang melimpah.
Kondisi iklim tropis Berau dengan suhu stabil 23-32°C dan banyaknya badan air seperti sawah, kolam, dan rawa menjadi tempat yang ideal untuk budidaya kedua tanaman ini. Jika dikelola dengan baik, mereka dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat lokal sekaligus membantu menjaga kualitas lingkungan.
“Kita perlu mengubah pandangan bahwa tanaman air ini hanya gulma,” ujar salah satu praktisi pertanian lokal. “Dengan pengelolaan yang tepat, mereka bisa menjadi solusi untuk berbagai permasalahan kita, mulai dari kesuburan tanah hingga pengelolaan limbah air.”
Namun, pihak terkait mengingatkan bahwa pertumbuhan yang cepat dari kedua tanaman ini juga berpotensi menyebabkan masalah jika tidak dikendalikan dengan baik, seperti menutupi permukaan air dan mengganggu ekosistem lokal.
Untuk memaksimalkan potensi kedua tanaman ini, akan diadakan serangkaian pelatihan bagi petani dan masyarakat yang ingin membudidayakannya. Selain itu, juga akan dilakukan kajian lebih lanjut terkait ketersediaan lahan dan potensi pasar produk hasil olahannya di wilayah Berau dan sekitarnya.
Penulis : Aroel Mandang


