Langkah pemerintah untuk mengemban amanah perlu penanganan secara serius menuju Bantaeng bergerak dan menyasar seluruh lingkup warga miskin yang membutuhkan kepastian peruntukan pengalokasian bantuan tepat sasaran,
Sebagaimana pedoman dan anjuran pemerintah berdasarkan basic data:
Desil adalah sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan rumah tangga atau penduduk ke dalam 10 tingkatan (kelompok) berdasarkan kondisi sosial-ekonomi. Digunakan sebagai dasar penyaluran bansos, Desil 1 menunjukkan kelompok 10% terendah (paling miskin/rentan), sementara Desil 10 menunjukkan kelompok 10% tertinggi (paling sejahtera). +3
Berikut rincian arti desil:
Desil 1 (Sangat Miskin): 10% rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Desil 2 (Miskin): 11-20% rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Desil 3 (Hampir Miskin/Rentan): 21-30% rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Desil 4 (Menengah Bawah/Rentan): 31-40% rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Desil 5-10 (Menengah hingga Mampu): Kelompok yang dianggap lebih stabil secara ekonomi.
+4
Fungsi Desil:
Penentu Bansos: Membantu pemerintah menyalurkan bantuan sosial (seperti KIP Kuliah, PKH, BPNT) agar lebih tepat sasaran.
Prioritas: Semakin kecil angka desil (Desil 1-4), semakin prioritas rumah tangga tersebut mendapatkan bantuan.
Basis Data: Data diambil dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Seiring tanggapan 4 anggota DPRD Bantaeng yang diwakilinya oleh fraksi partai Demokrat Herlina Aris dan Hasriani S.K.M dengan tegas mendukung dan mengapresiasi kedatangan warga perwakilannya kamis 05-03-2026 .09.45 di ruang rapat DPRD dan membuka ruang kepada masyarakat demi mencapai impian kebutuhan rakyat sebagai Data Tunggal sosial Ekonomi Nasional yang tertuju kepada mereka penerimanya.
Koordinator Bantaeng Bergerak berlangsungnya RDP,Adam Indrawan menyampaikan secara kongkrit bahwa pemerintah perlu di pertegas oleh DPR agar supaya memang betul betul berpihak kepada rakyat yang berhak,dan kini kami punya basic data dan ini sudah masuk estimasi regulasi tepat sasaran sesuai arah kebijakan tuturnya, Adam Indrawan.