
Depok, beritarepubllik-viral.com – Saya, St. Binton Nadapdap, S.Sos., M.M., M.H., merasa bersyukur dan bangga dapat menulis bersama Ibu Dr. Hj. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M., seorang perempuan tangguh yang telah membuktikan kapasitasnya dalam dunia politik dan akademik.
Jumat, 27 Februari 2026.
Beliau adalah anggota DPRD Kota Depok selama tiga periode, Ketua BKD (Badan Kehormatan Dewan), akademisi yang berhasil meraih gelar Doktor (S3), pendidik, sekaligus pengusaha. Sosok yang lengkap dalam pengalaman, integritas, dan kepemimpinan.
Sebagai anggota DPRD Kota Depok periode pertama, setelah memutuskan pensiun dini dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Depok, saya menghadapi tantangan nyata dalam membangun struktur organisasi partai.
Undang-undang dan aturan partai mewajibkan keterwakilan minimal 30% perempuan dalam kepengurusan. Dalam proses tersebut, saya menyadari satu hal penting: perempuan bukan sekadar pelengkap persyaratan administratif dalam politik.
Perempuan adalah kekuatan moral, kekuatan sosial, dan kekuatan intelektual yang menentukan arah kebijakan publik.
Namun pada praktiknya, mencari perempuan yang bersedia terjun aktif dalam politik tidaklah mudah. Banyak yang memiliki kapasitas, tetapi masih ragu untuk masuk ke ruang politik yang keras dan penuh dinamika.
Pengalaman itulah yang menumbuhkan kegelisahan intelektual dalam diri saya. Di tengah kesibukan sebagai legislator, serta saat menempuh pendidikan Doktor (S3) di bidang hukum dan aktif menulis buku, lahirlah gagasan untuk menulis tentang politik dan perempuan.
Buku ini diharapkan dapat memberi rasa percaya diri bagi perempuan untuk terjun ke dunia politik.
Momentum tersebut semakin kuat ketika saya menerima penghargaan sebagai Anggota DPRD Kota Depok Terbaik Tahun 2025 dari BKD (Badan Kehormatan Dewan).
Pada saat itulah saya menyerahkan buku karya saya berjudul Filsafat Ilmu kepada Ibu Dr. Hj. Qonita Lutfiyah di ruang BKD. Dari pertemuan sederhana namun penuh makna tersebut, lahirlah keseriusan dan komitmen untuk menulis buku bersama,” ujarnya.
Saya merasa terhormat dan bangga dapat berkolaborasi dengan beliau dalam dua karya penting:
“Politik dan Wanita”
“Perempuan dalam Sistem Politik Indonesia”.
Kedua buku ini bukan sekadar karya akademik, tetapi refleksi pengalaman, pergulatan pemikiran, serta panggilan moral untuk memperkuat peran perempuan dalam sistem demokrasi Indonesia.
Kami juga bersyukur karena buku ini mendapatkan dukungan luar biasa. Kata Pengantar ditulis oleh Ibu Dr. Wiwik Sri Widiarty, S.H., M.H., dosen saya di S3 Universitas Kristen Indonesia, dan Kata Sambutan oleh Ibu Grace Natalie, S.E., M.B.A., M.P.A., mantan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia.
Dukungan ini menjadi energi moral bahwa perjuangan politik perempuan adalah agenda bersama, lintas generasi dan lintas kepemimpinan.
Bagi saya pribadi, menulis dua buku ini adalah bentuk tanggung jawab intelektual dan politik. Politik tidak boleh kehilangan sentuhan empati, etika, dan perspektif keadilan gender.
Perempuan bukan hanya objek kebijakan, tetapi subjek utama dalam proses pengambilan keputusan.
Saya percaya, ketika perempuan diberi ruang yang adil dalam sistem politik, maka kebijakan publik akan lebih humanis, lebih berimbang, dan lebih berorientasi pada masa depan bangsa,” tutur Binton Nadapdap.
Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan Indonesia, untuk berani masuk ke ruang-ruang pengambilan keputusan. Demokrasi yang sehat membutuhkan kepemimpinan yang inklusif,” pungkasnya
(Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr)


