Jaga Kondusivitas, Pemkab Sumenep Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat

Jaga Kondusivitas, Pemkab Sumenep Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat

BR-V || Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah melalui kegiatan silaturahim bersama Alim ulama, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, Sabtu (28/02/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi sosial Pemkab untuk memperkuat sinergi lintas elemen dalam menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

‎Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa peran ulama dan tokoh masyarakat sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial. Menurutnya, mereka merupakan pilar utama dalam merawat persatuan sekaligus mencegah potensi gesekan di tengah masyarakat.

‎“Alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas sosial,” ujarnya.

‎Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fauzi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan program pemerintah semata. Dukungan moral, partisipasi aktif, serta keteladanan para tokoh masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

‎Ia menyebut stabilitas sosial sebagai fondasi utama dalam menyukseskan agenda pembangunan di Kabupaten Sumenep.

‎“Pemerintah daerah sangat membutuhkan doa dan dukungan para alim ulama serta tokoh masyarakat agar setiap program pembangunan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

‎Menurutnya, tanpa suasana yang aman dan harmonis, proses pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.

‎“Silaturahim ini kami harapkan menjadi momentum mempererat komunikasi dan memperkuat solidaritas sosial di Sumenep,” tambahnya.

‎Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas daerah sebagai tanggung jawab bersama.

‎Kegiatan tersebut turut diisi dengan tausiyah dan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual agar Kabupaten Sumenep senantiasa diberkahi kedamaian serta kemajuan di berbagai sektor pembangunan.

‎Langkah ini menunjukkan pendekatan kolaboratif Pemkab Sumenep dalam membangun daerah, tidak hanya melalui kebijakan administratif, tetapi juga lewat penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.