BR-V # Denpasar – Bali || Pengelingsir Puri Grenceng yang juga Ketua Persatuan Hindu Muslim (PHM) di Bali Anak Agung Ngurah Agung (Gung Aji Mangku,red) tak hanya menjelajah tempat suci seantero Nusantara.
Gung Aji Mangku bahkan menjelajah ke India, tempat lahirnya Agama Hindu. Tokoh dari Puri Gerenceng Denpasar ini berkelana ke India saat perayaan Hari Siwaratri, pada Senin (16/2/2026).
Perayaan Siwaratri di India diwarnai festival Hindu untuk menghormati Dewa Siwa. Perayaan ini biasanya jatuh pada bulan Februari atau Maret, dan dirayakan dengan cara berpuasa, meditasi, dan melakukan ritual keagamaan.
Perayaan Siwaratri dirayakan, terutama di kuil-kuil Siwa. Perayaan Siwaratri juga diiringi dengan festival budaya, seperti tarian dan musik, serta penggunaan minyak dan pewarna untuk menghias patung-patung Dewa Siwa.
Di beberapa wilayah, perayaan ini juga dirayakan dengan cara membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat.
Nah, Gung Aji Mangku sempat tampil dalam Satsang with Gurudev Art of India, sebuah acara spiritual yang diadakan oleh Art of India, di mana peserta dapat berkumpul dengan Gurudev Sri Sri Ravi Shankar atau guru spiritual lainnya untuk membahas topik-topik spiritual, meditasi, dan pengembangan diri. Acara ini bertujuan untuk membantu peserta mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Menurut Gung Aji Mangku, perayaan Siwaratri oleh Umat Hindu di Bali dan India ada perbedaan waktu pelaksanaan.
“Siwaratri di Bali dirayakan pada tilem kepitu yang jatuh pada Januari. Sementara di India dirayakan pada tilem kawulu yang jatuh pada Februari. Hakekatnya sama, memuja Dewa Siwa, hanya saja waktu pelaksanaan berbeda,” ujar Gung Aji Mangku.
Dalam festival di India, Gung Aji Mangku tampil bersama tim dari Bali membawakan pementasan pragmentari dengan lakon Bima Suarga, yang mengisahkan perjalanan suci salah satu putra Pandawa, Sang Bima ke Suarga Loka. Gung Aji Mangku dipercaya berperan sebagai pendeta Hindu dalam festival yang disaksikan ribuan umat itu.
Gung Aji Mangku menyebutkan, dari pengalaman perjalanannya ke India, ada fenomena baru dalam kehidupan spiritual umat Hindu di Indonesia dengan India. Umat Hindu, khususnya Bali, kini banyak yang memperdalam pemahaman Weda (kitab suci Hindu) ke India.
“Sebaliknya, umat Hindu di India banyak bertandang ke Bali. Mereka ingin mempelajari budaya dan kehidupan umat Hindu di Bali. Saya ke India ingin juga memperdalam pengetahuan sebelum memutuskan untuk benar-benar focus pada kehidupan spiritual,” beber Gung Aji Mangku. (Bud)

