Berita Republik viral – Batam – Di balik gemerlap panggung dan tata cahaya yang telah siap menyambut seremoni, suasana sebelum dimulainya acara pelepasan mubalig Kota Batam justru menghadirkan potret kerja sunyi yang sarat makna. Para mubalig dari seluruh penjuru kecamatan telah hadir lebih awal, duduk berkelompok, berdiskusi ringan, sembari menanti dimulainya agenda resmi.

Panitia bergerak sistematis melakukan pendataan dan pengecekan kehadiran. Satu per satu perwakilan kecamatan dipastikan telah tiba, mulai dari wilayah daratan hingga kepulauan. Proses ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari konsolidasi besar menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Setiap nama yang dicatat adalah representasi tanggung jawab moral untuk membimbing umat selama bulan suci.

Di sudut ruangan, terlihat para mubalig berbagi gagasan tentang tema-tema ceramah, pendekatan dakwah yang adaptif, serta strategi pembinaan generasi muda. Percakapan mereka mencerminkan kesadaran bahwa tantangan dakwah hari ini tidak lagi sederhana. Dibutuhkan kebijaksanaan, keteladanan, dan komunikasi yang menyejukkan agar pesan agama benar-benar membumi di tengah masyarakat yang dinamis.

Acara utama masih menanti kehadiran Wali Kota Batam untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut. Namun sebelum seremoni dimulai, suasana kebersamaan dan tanggung jawab sudah terasa kuat. Tidak ada kegaduhan, yang ada adalah kesibukan terarah dan kesungguhan dalam mempersiapkan diri.
Momentum pra-acara ini memperlihatkan bahwa keberhasilan Ramadan bukan hanya ditentukan oleh kemeriahan pembukaan, tetapi oleh soliditas barisan yang bekerja di belakang layar. Kota Batam tengah menata langkah, memastikan bahwa dakwah yang akan bergema sepanjang Ramadan benar-benar hadir sebagai cahaya, membangun keteduhan, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia di tengah kehidupan masyarakat.(Nursalim Turatea).


