Harga Gas PGN Melonjak 35 Persen, Tarif Listrik Batam di Ujung Tanduk

Harga Gas PGN Melonjak 35 Persen, Tarif Listrik Batam di Ujung Tanduk

Beritarepublikviral.com – Batam Warga Kepulauan Riau kembali dibuat waswas. Kenaikan harga gas oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebesar 35 persen untuk pasokan ke PLN Batam memicu kegelisahan publik sekaligus amarah wakil rakyat. Kebijakan mendadak ini dinilai berpotensi menyeret masyarakat pada ancaman kenaikan tarif listrik, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, secara terbuka menyatakan kejanggalannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai langkah PGN bertolak belakang dengan pernyataan Menteri ESDM yang sebelumnya menjanjikan penurunan harga gas demi menjaga daya beli masyarakat dan iklim usaha. Menurutnya, PGN tidak bisa bertindak sepihak tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan, khususnya bagi masyarakat Batam dan sekitarnya.

Dampak kebijakan ini langsung dirasakan PLN Batam. Biaya produksi listrik disebut meningkat hingga 5,6 persen. Akibatnya, PLN Batam harus menanggung tambahan beban biaya lebih dari Rp20 miliar setiap bulan hanya untuk pengadaan gas. Kondisi ini jelas bukan angka kecil dan berpotensi mengganggu keberlanjutan operasional perusahaan, apabila tidak diimbangi dengan kebijakan penyesuaian yang adil.

DPRD Kepri pun memastikan tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau akan dipanggil untuk memberikan penjelasan resmi, sekaligus meminta klarifikasi langsung kepada PGN. DPRD ingin memastikan apakah kenaikan harga gas ini merupakan kebijakan pemerintah pusat atau justru keputusan sepihak yang tidak melalui koordinasi yang semestinya.

Lebih jauh, DPRD mengingatkan bahwa harga energi yang melambung tinggi dapat melemahkan daya saing kawasan industri Batam dan Bintan. Jika biaya listrik terus meningkat, investor bisa berpikir ulang, industri tertekan, dan ujungnya masyarakat kembali yang menanggung beban.

Situasi ini menuntut kejelasan dan keberpihakan. Apakah PGN akan meninjau ulang kebijakan harga gasnya, atau pemerintah perlu turun tangan melalui skema subsidi demi menjaga stabilitas tarif listrik dan iklim industri di Kepri? Pertanyaan ini kini menjadi perhatian publik dan menunggu jawaban tegas dari para pemangku kebijakan.

(Nursalim Turatea)