BR- V || Simalungun, Sumatera Utara,02 Februari 2026 – Telah berkumpul dalam satu kelompok yang mayoritas .para ibu dan para bapak yang berasal dari Kecamatan Tapian Dolok datang untuk menyampaikan tuntutan minta keadilan terkait penggunaan jalan eks PT.Good Year, didepan kantor Bupati Simalungun pada Senin (02/02/2026 ).
Mereka yang lakukan aksi menuntut kejelasan dan kepastian hukum dan keadilan bagi mereka terkait penggunaan jalan eks PT Goodyear yang selama ini merupakan tempat berladang bagi petani namun saat ini lahan tersebut telah digunakan untuk program ketahanan pangan nasional.
Kronologi terjadinya unjuk rasa damai tersebut adalah karena selama ini telah beberapa tahun digunakan untuk bertani namun saat ini telah digusur dan diratakan dengan menggunakan alat berat ( Grader) padahal dalam kondisi tanaman ubi dan sayuran masih tumbuh diatasnya dan telah memasuki masa panen.
Direktur Senada Institute, Candra Malau dalam orasinya mengatakan bahwa Yang lebih lagi mereka tidak menyangka bahwa lahan tersebut ditanami kembali Ubi lagi tapi oleh pihak yang lain. ” Ubi dan sayuran di grader pada saat mau masa panen di tanami ubi ini kembali oleh pihak lain, padahal sebelumnya kan sudah ditanami ubi, ” ucap Candra Malau.
Lebih lanjut lagi seorang petani inisial Novi mengatakan bahwa para petani tidak menolak program ketahanan pangan nasional namun mereka minta supaya para petani dilibatkan sebagai pekerja utama .” Janganlah justru para petani jadi tersingkir dari wilayah tempat mereka tinggal .kalau tidak ada yang salah ,kami tidak akan hadir di sini, ” terang Novi.
Petani dari Nagori purba telah mengerjakan 53 hektar selama hampir puluhan tahun terakhir .
Setelah selesai menyampaikan orasi , petani diajak masuk oleh Assisten I Pemkab Simalungun,Albert Saragih untuk berdialog.
”
Kami sangat apresiasi dan akan meneruskan aspirasi petani kepada Bupati Simalungun untuk ditindaklanjuti, ” terang Albert Saragih , pada Senin ( 02/02/2026 ).
Ditulis oleh : Eko


