Berita Republik Viral, Berau 31 Januari 2026.
Kesultanan Sambaliung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bukan hanya menjadi bagian sejarah panjang tanah Banua, melainkan juga simbol keberlangsungan budaya yang terus dihidupkan melalui tradisi dan festival tahunan Abutta Banua. Mulai dari perjuangan melawan penjajah hingga menjadi ikon pelestarian budaya lokal dengan menyimpan cerita yang mendalam bagi masyarakat Berau.
Kesultanan Sambaliung berdiri pada tahun 1810 sebagai hasil perpecahan dari Kesultanan Berau yang telah ada sejak abad ke- 14. Perpecahan ini terjadi akibat kebijakan Devide Et Impera Belanda dan perebutan tahta antar keturunan yang membuat Berau terbagi menjadi Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Awalnya bernama kerajaan Tanjung kemudian berganti nama menjadi Batu Putih, sebelum resmi menggunakan nama Sambaliung pada tahun 1849, yang berarti menyembah yang maha tinggi.
Meskipun resmi menganut Islam, budaya kerajaan masih menyimpan pengaruh anisme lokal. Bahasa Melayu dan Berau digunakan sehari – hari, sementara aksara Arab – Melayu dan Bugis digunakan dalam prasasti serta dokumen penting.
Salah satu nilai yang mencolok adalah kesetaraan gender yang sudah diterapkan jauh sebelum era Kartini. Prasasti kayu bertuliskan larangan memotong jalan perempuan bahkan jika mereka adalah budak, dan laki-laki wajib memberi jalan jika bertemu perempuan bersama ibunya.
ABUTTA BANUA AJANG HIDUPKAN JEJAK SEJARAH.
Untuk melestarikan warisan tersebut, masyarakat menggelar festival tahunan Abutta Banua di Kelurahan Sambaliung. Biasanya dirangkaikan dengan Hari Jadi Kelurahan dan Ulang Tahun Pedagang Kaki Lima ” Basuli “. Festival ini bertujuan mempererat tali silaturahmi, mempromosikan produk lokal dan melestarikan Budaya Suku Banjar.
Kegiatan yang diadakan antara lain pertunjukan ritual pernikahan adat Banua. Tarian tradisional tarinBajau, tari Dayak, dan Bala Dun serta musik daerah. Ada juga lomba tradisional seperti perahu panjang Naga Khas Berau, Bazar UMKM dan kuliner lokal serta kegiatan sosial seperti tes kesehatan gratis. Festival ini selalu berlangsung di depan Keraton Kesultanan Sambaliung menjadikan tempat yang tepat untuk merasakan nuansa sejarah dan budaya Berau.
Aroel mandang

