Brv | Jakarta – Kalibata City Residence hadir kembali menggelar Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama warga dengan dihadiri lebih dari 300 warga Kristiani Kalibata City, kawasan hunian vertikal ini menjadi contoh nyata bagaimana toleransi antar umat beragama dapat hidup dan tumbuh dalam keseharian warga, yang dimana kita berkumpul dalam Ibadah dan perayaan bersama.
Puncak Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan Tema “Kasih-Nya Membawa Damai dan Keselamatan” (Yohanes 3:16) diangkat sebagai pesan utama, menegaskan pentingnya kasih sebagai fondasi hidup berdampingan dalam keberagaman.
Setiap tahun, perayaan hari besar keagamaan di Kalibata City selalu melibatkan lintas iman. Saat Natal dan Tahun Baru, warga Muslim turut ambil bagian sebagai panitia.
Sebaliknya, ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, umat Kristiani ikut terlibat membantu pelaksanaan kegiatan. Tradisi ini telah berjalan konsisten dan menjadi simbol kuat persaudaraan antar warga.
Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Kalibata City Residence, Hj. Musdalifah Pangka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan baik. Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kalibata City memang selalu kami laksanakan di bulan Januari dan tahun ini menjadi pelaksanaan yang ke-10.
“Alhamdulillah, semua berjalan tertib, aman, dan penuh sukacita. Terima kasih kepada seluruh panitia dan warga. Semoga ke depan bisa lebih meriah lagi,”ujarnya.
Musdalifah menambahkan, Perayaan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Camat Pancoran, Lurah setempat, General Manager Pengelola Kalibata City Martiza Melati, serta para pendeta dari berbagai denominasi gereja.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah wilayah dan pengelola apartemen terhadap kegiatan keagamaan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan harmoni sosial,”ucapnya.
Dalam kesempatannya, Martiza Melati selaku General Manager Kalibata City Residence turut mengatakan bahwa kamii mengajak seluruh warga memaknai Natal sebagai momentum memperkuat kasih, empati, dan kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal yang dimana, semua terjadi bukan karena kuat dan hebat, akan tetapi semata-mata karena kasih dan kemurahan-Nya,”kata Martizah.
Menurut Martiza, tema Natal tahun ini mengingatkan bahwa setiap pribadi dikasihi Tuhan secara personal dan dipanggil untuk mewujudkan kasih itu dalam kehidupan sehari-hari. Kita didorong untuk hidup sebagai orang yang dikasihi dan mengasihi orang lain dengan cara bersikap dengan penuh rasa sabar, murah hati, tidak sombong, berperilaku baik dan sopan, serta memiliki empati kepada lingkungan sekitar serta nilai kasih juga harus tercermin dalam sikap saling menjaga dan melindungi antar warga demi terciptanya suasana damai dan harmonis di Kalibata City Residence,”tegasnya.
Ketua Persekutuan Umat Kristiani Kalibata City, Pdt. Ferdy Nainggolan pun mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya Natal bersama yang telah menjadi agenda. Kita diajak untuk menghidupi tema Natal ini dengan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Kasih itulah yang membawa damai. Ketika damai hadir di lingkungan kita, Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita sebagai warga Kalibata City.
Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Persekutuan Umat Kristiani Kalibata City sebagai wadah kebersamaan umat Katolik, Advent, dan Protestan. Ke depan, persekutuan ini akan menjalankan berbagai program rohani dan sosial yang diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,”ungkapnya.
Lanjut Ferdy, Rangkaian acara berlangsung semarak dengan penampilan paduan suara Christmas Carol, drama Natal, pelayanan Sekolah Minggu, serta musik rohani. Seluruh kegiatan didukung oleh tim doa, konsumsi, keamanan, dan multimedia, sehingga perayaan berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Praktik toleransi seperti yang tumbuh di Kalibata City sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus digaungkan pemerintah.
“Kementerian Agama Republik Indonesia kerap menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Hal serupa juga disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta yang mendorong kolaborasi lintas iman di lingkungan permukiman sebagai fondasi kerukunan sosial.
Menutup rangkaian acara, panitia dan pengurus persekutuan menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru 2026. Harapannya, tahun yang baru dapat dijalani dengan semangat persatuan, kedamaian, dan saling menghormati di tengah keberagaman warga Kalibata City,”tutupnya.(**)


