Empat Lawang(BRV),Sebanyak tiga belas seniman dari tujuh kota mengadakan pameran lukisan. Pameran yang diselenggarakan di Empat Lawang tepatnya di Twofour Coffee yang terletak di Talang Banyu Kecamatan Tebing Tinggi ini menghadirkan lebih dari dua puluh karya lukis dari berbagai genre.
Pameran ini di inisiasi kan oleh wadah kolektif seni asal Empat Lawang bernama Ruang Kongsi yang dilakukan selama tiga hari yakni dari tanggal 23,24, sampai 25 Januari 2026.
Pengunjung yang mayoritas anak muda ini sangat antusias melihat pameran yang diadakan pertama kalinya di Empat Lawang.
Salah satu pengunjung,Dedi Irawan ,saat diwawancarai awak media ini mengatakan, ia tertarik mengunjungi pameran lukisan yang diadakan gabungan seniman di tujuh kota di Indonesia yang di pusat kan di Empat Lawang ini. Hal ini merupakan sesuatu kebanggaan dan merupakan menghibur dalam bentuk karya seni lukis yang beredukasi tinggi dalam nilai – nilai seni didalamnya.
“saya senang dan menyambut gembira adanya’ kegiatan pameran lukisan ini, ungkapnya.
Ditambahkannya,saya mau melihat karya dari tujuh kota yang ikut berpartisipasi pada pameran dan Alhamdulillah kabupaten Empat Lawang sebagai tuan rumahnya, adapun yang mengikuti diantaranya dari, Jawa tengah, Padang, Kerinci, Lahat, Pagaralam dan Palembang.kabarnya ada tiga belas seniman, ungkapnya.
Acara ini pun juga diisi oleh lapak UMKM seni Empat Lawang berupa tattoo temporer dan aksesoris.
Perlu diketahui, acara yang diinisiasikan oleh seniman – seniman muda asal Empat Lawang ini adalah rekor atau sejarah untuk pertama kalinya Empat Lawang adalah Kabupaten/kota yang mampu mengadakan pameran yang menghadirkan puluhan karya lukis dari belasan seniman berbeda dan diikuti oleh tujuh kota sekaligus. Dan lebih membanggakannya lagi, semua kegiatan ini dilakukan dengan pendanaan mandiri tanpa sponsor korporat dan pemerintah. Semua murni inisiasi dari para seniman yang terlibat demi membawa nama Empat Lawang di perhitungkan di dunia seni rupa.
Salah satu pendiri Ruang Kongsi sekaligus penggerak pameran tersebut yakni kak Kardo mengatakan, bahwa pameran ini dilakukan atas dasar kesadaran para seniman muda Empat Lawang yang ingin menciptakan panggung disaat daerah Empat Lawang tidak memberikan daya tawar untuk seniman muda kontemporer menuangkan ekspresinya.
“Secara kolektif kami berinisiatif menciptakan panggung sendiri untuk hiburan pemuda – pemuda Empat Lawang dengan memberikan daya tawar berupa kesenian kontemporer disaat Empat Lawang kekurangan ruang publik untuk menyalurkan bakat – bakat anak muda dalam hal seni rupa,” jelas Kak kardo.
Disinggung mengenai kegiatan yang dilakukan secara mandiri, pria yang pernah berkuliah di Institut Seni Indonesia Jogjakarta ini menegaskan bahwa semua yang dilakukan murni atas dasar hobi dan semangat yang sama antar seniman dalam maupun luar daerah.
” Awalnya banyak yang ragu apakah kami bisa menyelenggarakan pameran dengan melibatkan banyak seniman tanpa melibatkan dana sponsor. Tapi, kami mencoba untuk memanfaatkan SDM yang ada dengan patungan seadaanya. Dan akhirnya semua berjalan lancar. Karena bukan seorang seniman namanya kalau tidak bisa survive,” tegas Kardo.
Kegiatan ini di selenggarakan selama tiga hari ,yang dimulai pada malam hari ini, “Alhamdulillah mendapatkan apresiasi dari pencinta seni ,dengan membeludaknya para pengunjung yang datang. Dalam seminggu sejak acara diumumkan, sosial media Ruang Kongsi telah mendapatkan followers mencapai seribu orang dan penayangan acara mencapai lima puluh ribu viewers.(Tim/Fwd. I/Iwo. I/Her/)

