Beritarepublikviral.com Medan – Ngeri…!!! Terhembus kabar dari Sumatera Utara tentang maraknya perjudian milik AK yang hingga saat ini tidak ditindak oleh Polisi terutama Polda Sumut, menurut kabar yang didapat ialah adanya faktor Senioritas antara Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu H.F yang diketahui Alumni Akpol 94 dan Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh yang diketahui Alumni Akpol 92. Maka daripada itu Kapolda diduga enggan untuk meminta Dirkrimum menindak perjudian milik AK yang diketahui telah menggerogoti Sumatera Utara.
Diketahui sebelumnya, AK merupakan Bos Judi ikan – ikan dan juga roulette. Namun kini bisnisnya telah merambah keperjudian jenis Togel, padahal Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo M. Si sebelumnya telah mengatakan agar seluruh Pimpinan Polri baik tingkat Polda, Polres dan Polsek untuk memberantas segala bentuk perjudian. Namun hal itu tidak berlaku di Sumatera Utara yang Kapoldanya dipimpin oleh Akpol 94.
Hal itu diketahui bahwa hingga saat ini Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu H.F diduga enggan meminta Dirkrimum untuk menindak perjudian milik AK. Padahal judi togel milik AK sudah secara terang – terangan merambah secara menyeluruh ke pelosok yang ada di Sumatera Utara.
Seperti yang terlihat di Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang pada Senin (26/1/2026), penulis kupon togel milik AK Berinisial G menawarkan secara terang – terangan judi milik AK tersebut tanpa takut akan adanya razia oleh aparat.
Padahal aktivitas seperti ini jelas melanggar pasal 303 dan 303 bis KUHP tentang perjudian dan pelaku bisa terancam hukuman hingga 10 tahun penjara. Namun sepertinya hal itu tidak berlaku karena diduga dirinya sudah mendapat perlindungan dari sejumlah oknum agar perjudian tersebut bisa mulus.
Untuk itu masyarakat di wilayah Namorambe yang bernama Agung meminta kepada awak media ini agar menyampaikan keluhan warga tersebut kepada Kapolri, agar bisa menangkap AK karena apabila mengharapkan Kapolda dan Dirkrimum untuk menutup ataupun menangkap AK maka sama saja seperti peribahasa ” BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN ” yang artinya Mengharapkan sesuatu yang mustahil oleh karena faktor Senioritas itu. Ujarnya. (Tim)


