Beritarepublikviral.com Sleman 24/1/26 – Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto, menegaskan penetapan tersangka terhadap Hogi Minaya (suami korban jambret) bukan keputusan spontan atau sepihak.
Menurutnya, proses hukum sudah melalui pemeriksaan saksi, saksi ahli, hingga gelar perkara.
Kami tidak memihak siapa pun. Unsur-unsur pidana dalam kecelakaan lalu lintas ini menurut kami sudah terpenuhi,” ujar AKP Mulyanto.
Polisi juga menekankan satu hal penting yang kerap luput dari sorotan publik:
dalam peristiwa ini ada dua orang (pelaku jambret) yang meninggal dunia.
“Kalau hanya melihat dari sisi ‘kasihan’, lalu mengabaikan fakta adanya korban jiwa, itu tidak memberikan kepastian hukum”.
Seperti diketahui, Arista Minaya (korban jambret, 39 thn) menceritakan, kejadian bermula saat dirinya dipepet dua orang berboncengan motor di Jembatan Layang Janti, Sleman. Tasnya dirampas.
Ia berteriak minta tolong. Saat itu, hanya ada dirinya dan sang suami di lokasi.
Mengetahui istrinya dijambret, Hogi langsung mengejar.
Kejaran itu berujung kecelakaan: motor pelaku jambret hilang kendali, menabrak tembok, dan keduanya meninggal dunia di tempat.
Kasus penjambretan gugur demi hukum karena pelaku jambret meninggal dunia.
Namun beberapa bulan kemudian, Hogi ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan lalu lintas, disebut melakukan pembelaan diri yang dinilai berlebihan.
Kini, Hogi berstatus tahanan luar dan mengenakan gelang GPS di bagian kaki, sementara berkas perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Arista menegaskan suaminya bukan kriminal, melainkan suami yang spontan melindungi istri dari jambret.
Menurut masyarakat, pihak kepolisian sudah benar apa belum dalam perkara ini..?
Dan dari pihak Hogi Minaya (Suami) apakah ada batasan untuk membela diri dari seorang penjahat..?
Jika memang situasi mendesak seharusnya apapun boleh dilakukan untuk memberantas kejahatan !!
Gimana ni menurut KUHP baru, gawat juga kalau masyarakat mau bela diri atau balas tindak kejahatan, justru jadi tersangka.
Pantas lah kejahatan jalanan semakin mengganas di negeri ini. (Tim)


