Kawasan Landscape Beriun yang membentang di Desa Karangan Dalam menjadi salah satu khazanah alam paling menawan di Kutai Timur. Terletak di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dikenal sebagai salah satu formasi geologi terluas di Indonesia, landscape ini menyajikan paduan visual yang memukau antara gunung, hutan tropis, formasi batu karst unik, serta sistem sungai dan air terjun yang jernih.

Landscape Beriun berada di wilayah administrasi Desa Karangan Dalam, Kecamatan Karangan, berjarak sekitar 5 jam dari Ibu Kota Provinsi, Samarinda. Secara geologi, kawasan ini termasuk dalam Cagar Alam Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki usia formasi sekitar 250 juta tahun silam.
Letak Geografis, Landscape Beriun berdasarkan kkoordinat sekitar 0°25′ LU hingga 0°35′ LU dan 117°10′ BT hingga 117°20′ BT.
Dengan luas kawasan sekitar 12.000 hektare yang mencakup area hutan lindung, areal masyarakat, dan kawasan konservasi
Landscape Beriun didominasi batuan kapur dan dolomit yang membentuk bentangan karst dengan ciri khas tebing vertikal, goa-goa alami, dan bentang alam bergelombang.
Sebagai titik tertinggi dalam landscape ini, Gunung Beriun memiliki ketinggian 1.261 meter di atas permukaan laut. Punca gunung yang berbentuk landai menyajikan pemandangan 360 derajat ke seluruh kawasan sekitarnya, termasuk hamparan hutan tropis yang luas dan bentangan laut ketika cuaca cerah.
Jalur Pendakian, terdapat dua jalur utama, yaitu jalur dari Desa Karangan Dalam dan jalur dari Desa Batu Lepoq. Waktu tempuh pendakian sekitar 4-6 jam tergantung kondisi fisik pendaki.
Pada musim kemarau, sering terlihat kabut yang melayang di antara lembah-lembah gunung, menciptakan suasana mistis dan romantis
Di lereng gunung terdapat keanekaragaman hayati tumbuh berbagai jenis tumbuhan khas pegunungan Kalimantan, seperti anggrek liar, kayu ulin, dan berbagai jenis rotan.
Kawasan ini memiliki formasi batu karst yang sangat beragam, mulai dari tebing-tebing tinggi yang menjulang hingga bentukan batu yang memiliki bentuk unik seperti patung alami. Seperti Batu Beriun Besar dengan formasi batu karst setinggi sekitar 50 meter yang menjadi ikon kawasan dan memberikan nama pada seluruh landscape.
Formasi Batu Seribu, dengan kawasan yang dihiasi oleh ribuan batu karst kecil hingga sedang yang tersebar di atas permukaan tanah, mirip dengan hamparan jamur raksasa. Di antara formasi karst terdapat beberapa goa yang masih belum tereksplorasi secara menyeluruh, salah satunya adalah Goa Beriun yang memiliki panjang sekitar 800 meter dengan stalaktit dan stalagmit yang indah. Sehingga Landscape Beriun ditenagai oleh beberapa sungai dan air terjun yang berasal dari mata air pegunungan, dengan air yang jernih dan bersuhu sejuk.
Sungai Karangan, sebagai sungai utama yang melintasi kawasan dengan aliran yang stabil sepanjang tahun, menjadi sumber air bersih bagi masyarakat lokal dan habitat bagi berbagai jenis ikan serta satwa air
Air Terjun Kembar Siapat, terletak sekitar 8 kilometer dari pusat Desa Karangan Dalam, memiliki dua tingkatan air terjun dengan ketinggian masing-masing sekitar 25 meter. Air terjun ini dikelilingi oleh hutan yang lebat dan menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis burung
Mata Air Beriun terdapat beberapa mata air alami yang keluar dari celah-celah batu karst, dipercaya oleh masyarakat lokal memiliki khasiat penyembuhan untuk beberapa penyakit kulit.
Sebagian besar area Landscape Beriun masih ditutupi oleh hutan hujan tropis yang masih alami, dengan tingkat keragaman hayati yang tinggi. Dengan Jenis tumbuhan terdapat lebih dari 300 jenis tanaman, termasuk kayu berkualitas tinggi seperti ulin, meranti, dan keruing, serta berbagai jenis tanaman obat tradisional.
Dikawasan ini menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa seperti rusa sambar, babi hutan, bekantan, macan tutul Kalimantan, serta berbagai jenis burung endemik seperti cucak ijo dan elang bondol dan sebagian besar hutan di kawasan ini telah ditetapkan sebagai zona perlindungan untuk menjaga kelestarian ekosistem.
Landscape Beriun memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Karangan Dalam dan sekitarnya, baik dari segi budaya maupun ekonomi. Masyarakat Dayak Kutai yang tinggal di kawasan ini mempercayai bahwa kawasan ini merupakan tempat tinggal roh leluhur. Setiap tahun mereka melaksanakan upacara adat untuk memohon keselamatan dan kelimpahan hasil bumi.
Masyarakat memanfaatkan sebagai tempat wisata dari hasil hutan seperti buah-buahan liar, rotan, dan tanaman obat, serta melakukan perikanan di sungai-sungai yang ada. Beberapa kelompok masyarakat telah membentuk wadah untuk mengelola wisata alam di kawasan ini dengan menyediakan jasa pemandu wisata, penginapan sederhana, dan makanan khas lokal.
Landscape Beriun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan edukasi, namun juga menghadapi beberapa tantangan. Wisata Alam dan Petualangan, seperti Pendakian gunung, trekking menyusuri formasi karst, eksplorasi goa, dan berenang di air terjun menjadi daya tarik utama.
SebagaiWisata Budaya dengan memperkenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat Dayak Kutai yang masih lestari. Wisata Edukasi menjadi tempat belajar tentang ekosistem karst, keanekaragaman hayati, dan konservasi alam.
Pengembangan Ekowisata dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata yang menguntungkan masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam dengan tantangan yang Dihadapi
Aksesibilitas Jalan menuju kawasan masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui saat musim hujan. Trek pendakian dan trekking belum terstruktur dengan baik.
Kurangnya fasilitas pendukungseperti tempat parkir, tempat istirahat, toilet, dan penginapan yang memadai.
Perlunya peningkatan pemahaman masyarakat lokal tentang manajemen wisata berkelanjutan dan pelestarian alam.
Ancaman Lingkungan dengan potensi kerusakan alam akibat aktivitas manusia yang tidak terkendali, seperti penebangan liar dan perambahan kawasan lindung.
Belum tersedianya sistem keamanan dan penanggulangan darurat yang memadai untuk wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama dengan masyarakat lokal dan berbagai pihak telah melakukan beberapa upaya untuk melestarikan dan mengembangkan Landscape Beriun. Dengan sebagian area telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh pemerintah daerah untuk melindungi ekosistemnya.
Dilaksanakan pelatihan tentang manajemen wisata berkelanjutan, keterampilan pemandu wisata, dan pengolahan produk hasil hutan menjadi oleh-oleh wisata.
Pembangunan Infrastruktur sedang dilakukan oleh Pemerintah Daerah berupa perbaikan jalan utama menuju kawasan dan membangun jalur trekking yang aman serta nyaman.
Kerjasama dengan Instansi terkait telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah seperti kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta lembaga penelitian untuk melakukan kajian dan pemantauan ekosistem.
Promosi Pariwisata dilakukan dengan mengikuti berbagai acara promosi pariwisata untuk memperkenalkan Landscape Beriun kepada khalayak luas.
Mantan Kepala Desa Karangan Dalam Joko Santoso menyampaikan harapannya, “Kita berharap Landscape Beriun tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat lokal dengan tetap menjaga kelestarian alamnya. Kami mengundang semua pihak untuk bersama-sama membangun dan melestarikan khazanah alam yang kita miliki.”
Bagi yang ingin mengunjungi Landscape Beriun, berikutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Waktu Kunjungan ke Lanscape Beriun Disarankan mengunjunginya pada musim kemarau ( Juni hingga September ) untuk memudahkan akses.
Peralatan yang Dibutuhkan, sepatu gunung yang kuat, pakaian yang nyaman, alas tidur jika berkemah, perlengkapan makan dan minum, serta obat-obatan pribadi.
Peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung agar Tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tumbuhan dan formasi alam, menghormati adat istiadat masyarakat lokal, dan tidak memasuki kawasan yang ditandai sebagai zona larangan.
Aroel Mandang


