Gelombang Tinggi Tahan Warga Kepulauan di Daratan, Pemkab dan Baznas Sumenep Perkuat Respons Darurat

Gelombang Tinggi Tahan Warga Kepulauan di Daratan, Pemkab dan Baznas Sumenep Perkuat Respons Darurat

BR-V || Sumenep – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Sumenep dalam beberapa hari terakhir kembali menegaskan kerentanan wilayah kepulauan terhadap gangguan alam. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat seluruh aktivitas pelayaran laut dihentikan sementara demi keselamatan penumpang.

‎Dampak dari kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga kepulauan yang hendak kembali ke pulau asal. Tidak sedikit dari mereka akhirnya tertahan di daratan, baik di area Pelabuhan Kalianget maupun di rumah-rumah singgah kepulauan yang disediakan pemerintah daerah di wilayah Kota Sumenep.

‎Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merespons kondisi tersebut dengan menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak.

‎Seiring berlarutnya cuaca buruk, persoalan logistik mulai muncul. Sejumlah warga kepulauan mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan makan setelah berhari-hari tertahan tanpa kepastian jadwal pelayaran dibuka kembali.

‎Puluhan warga asal Pulau Sapeken yang berada di Rumah Singgah Sapeken kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep sebagai bentuk permohonan bantuan darurat.

‎Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan menyalurkan bantuan makanan kepada warga kepulauan yang terdampak.

‎“Warga Sapeken sudah hampir sepekan tertahan akibat cuaca ekstrem. Kami langsung menyalurkan bantuan logistik agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” ujarnya, Sabtu (17/01/2026).

‎Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Baznas terhadap warga yang terdampak kondisi di luar kendali mereka, sekaligus bagian dari sinergi dengan pemerintah daerah dalam penanganan darurat.

‎Baznas Sumenep memastikan bantuan makanan akan terus diberikan selama pelayaran laut belum kembali normal dan warga kepulauan masih tertahan di daratan.

‎“Kami akan terus mendampingi warga hingga kondisi cuaca memungkinkan kapal kembali beroperasi,” tegas Ahmad Rahman.

‎Langkah kolaboratif antara Pemkab Sumenep dan Baznas ini diharapkan mampu menjaga ketahanan sosial warga kepulauan serta meminimalkan dampak kemanusiaan akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah perairan Sumenep.