Menegakkan SOP, Menjaga Etika: Komitmen AKBP Andi Yudha Pranata dalam Reformasi Polri.

Menegakkan SOP, Menjaga Etika: Komitmen AKBP Andi Yudha Pranata dalam Reformasi Polri.

Polri,Mojokerto || BRV.COM  AKBP Andi Yudha Pranata menempatkan penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan etika profesi sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Bagi perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 ini, profesionalisme tidak cukup hanya diukur dari kemampuan operasional, tetapi juga dari kepatuhan terhadap aturan dan integritas dalam setiap keputusan.(16/01/2026)

Dengan latar belakang akademik di bidang hukum dan manajemen kepolisian, AKBP Andi Yudha Pranata membangun pola kepemimpinan yang sistematis, terukur, dan berbasis data.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui konsistensi dalam menegakkan SOP, memperjelas alur pelayanan publik, serta memastikan setiap proses dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian hanya dapat tumbuh dari kinerja yang transparan dan etika yang dijaga tanpa kompromi.
Pengalaman penugasan di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Assesor Madya Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri, memperkuat orientasinya pada pembinaan sumber daya manusia. Menurutnya, reformasi kepolisian harus dimulai dari internal: membangun personel yang terlatih, disiplin, dan berintegritas. “Kualitas pelayanan tidak bisa melampaui kualitas SDM yang menjalankannya,” menjadi prinsip yang terus ia dorong dalam setiap penugasan.

Saat dipercaya memimpin wilayah, AKBP Andi Yudha Pranata mengusung tiga pilar kebijakan: penegakan hukum yang profesional, pelayanan publik yang cepat dan transparan, serta kehadiran polisi yang ramah dan solutif.

Ia mendorong jajarannya untuk tegas terhadap pelanggaran hukum, namun tetap peka terhadap kebutuhan masyarakat. Baginya, keberhasilan tugas kepolisian bukan hanya soal penindakan, melainkan sejauh mana rasa aman, keadilan, dan kenyamanan benar-benar dirasakan warga.

Komitmen terhadap reformasi internal juga tercermin dari sikapnya yang tegas terhadap pelanggaran disiplin dan penyimpangan wewenang. Ia menekankan pelayanan yang bersih dari pungutan liar, praktik percaloan, dan penyalahgunaan jabatan.

Nilai Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan — ditanamkan sebagai budaya kerja di seluruh jajaran melalui evaluasi kinerja yang objektif, pembinaan berkelanjutan, serta penegakan aturan yang adil.
Di sisi lain, pendekatan kepemimpinannya bersifat preventif dan kolaboratif.

AKBP Andi Yudha Pranata aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda. Ia meyakini stabilitas keamanan tidak hanya lahir dari penindakan, tetapi dari komunikasi, edukasi hukum, serta kehadiran polisi di ruang-ruang sosial.

Kedekatannya dengan masyarakat tercermin dari kebiasaannya turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan memastikan kebijakan yang diambil menjawab kebutuhan nyata di tingkat akar rumput.

Dengan rekam jejak yang menempatkan SOP dan etika sebagai kompas utama, AKBP Andi Yudha Pranata terus mendorong reformasi Polri agar tidak sekadar kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga dipercaya sebagai institusi pelayanan publik. Melalui kepemimpinan yang tegas, transparan, dan humanis, ia menegaskan bahwa wajah kepolisian masa depan adalah polisi yang profesional dalam tindakan dan berintegritas dalam setiap langkah.