Beritarepublikviral.com Russia 16/1/26 – Lagi, Brimob Polri dari Polda Aceh melakukan diserang ataupun bergabung dengan Angkatan Bersenjata Republik Federasi Russia. Hal itu dapat diketahui pada 8 Desember 2025 lalu saat personil Brimobda Aceh bernama Bripda Muhammad Rio yang ditugaskan sebagai pasukan keamanan PBB tidak lagi hadir melaksanakan apel pagi dan melaksanakan tugas dinas tanpa keterangan (TK).
Kemudian sejak Senin 7 Januari 2026 sekira pukul 23.43 Wib yang bersangkutan ada mengirimkan pesan melalui WA dengan nomor HP 082163422xxx miliknya kepada rekannya sesama polisi bernama Aipda Bayu Aji yang menjabat Bintara Provost Satbrimobda Polda Aceh dan mengirimkan pesan pula kepada AKP. Ardiansyah.
Adapun isi pesan WA yang dikirim oleh Bripda Muhammad Rio berupa foto dan video yang mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah bergabung dengan Tentara Bayaran Rusia, isi pesannya antara lain : *Assalamualaikum Mohon ijin Komandan mohon maaf atas keputusan saya sudah bulat, saya sudah mendaftar online jadi Tentara Europe sebanyak 5x, USA Army 1x, Germany 2x, Russia 2x, Alhamdulillah akhirnya saya lulus menjadi Tentara Russia karena sewaktu ujian interview saya bisa 2 bahasa yaitu English dan Russian dan pangkat saya saat ini Letda, dengan awal bonus yang telah diberikan sebesar 2 Juta Rubel = 420 Juta Rupiah dan Gaji saya perbulan 210K Rubel = 42 Juta Rupiah Perbulan* demikian pesan yang dikirim.
Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa Polda Aceh telah melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan pada Rabu 24 Desember 2025 dan juga Selasa 6 Januari 2026 dan personil hanya ditemui oleh istrinya yang bernama Cut Mela Maifira. Sehingga pencarian tersebut pun diserahkan kepada Bid Propam Polda Aceh yang memang menangani hal itu.
Kemudian pada hari kamis 8 Januari 2026 sekira pukul 07.30 Wib telah dilakukan sidang KKEP Pertama secara In Absentia dan sidang kedua dilakukan pada Jum’at 9 Januari 2026 sekira pukul 08.00 Wib.
Sementara itu dilain tempat diketahui bahwa Kadivhubinter Mabes Polri telah melakukan tindakan dengan menghubungi Lt. Col. Gregory Borisov Atase Kepolisian Russia yang berada di Kedubes Russia di Jakarta guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Atase mengatakan bahwa saat ini terdapat 1.5 Juta Tentara Russia ditambah dengan pasukan Legiun Tentara Asing yang berjumlah 30 ribu orang dan terlibat aktif dalam perang Russia – Ukraina. Para anggota Legiun Tentara Asing mendaftar melalui perusahaan swasta perekrut Legiun Tentara Asing yang bernama *Wagner Group*.
Berdasarkan informasi dari Atase Kepolisian Russia bahwa kemungkinan besar yang bersangkutan saat ini berada di Donbass (Garis Depan Peperangan). Karena semua Legiun Tentara Asing memang ditugaskan pada garis depan pertempuran (*Front Line*) di Donbass.
Pihak Atase Kepolisian Russia menyampaikan sangat sulit bila pihak Polri berkeinginan membawa yang bersangkutan pulang kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat ini. Disebabkan yang bersangkutan sudah pasti ditempatkan pada garis depan pertempuran.
Selanjutnya Divhubinter Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia akan melakukan koordinasi dengan pihak NCB Interpol Moscow dan KBRI Moscow terkait kejadian ini untuk dapat mengetahui keberadaan pasti yang bersangkutan. (Tim)


