Lumajang, BR-V – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan strategi utama dalam membuka akses ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah. Hingga saat ini, pemerintah daerah menangani sekitar 260 kilometer jalan rusak berat secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa perbaikan ratusan kilometer jalan tersebut tidak semata berorientasi pada fisik infrastruktur, melainkan dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses jalan membaik, distribusi barang lebih lancar, mobilitas warga meningkat, dan aktivitas ekonomi tumbuh,” tegas Bunda Indah dalam acara silaturahmi Purnawirawan Polisi (PP) Cabang Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa penanganan 260 kilometer jalan rusak dilakukan melalui perencanaan yang terukur dan berbasis prioritas. Ruas-ruas strategis yang memiliki fungsi penghubung antar wilayah dan pusat aktivitas ekonomi menjadi fokus utama, di antaranya Jalan Kali Semut dan Pasrujambe yang telah rampung, serta jalur Tempursari–Gesang hingga Pasru yang menjadi prioritas lanjutan.
Menurutnya, pembangunan jalan di jalur tersebut memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, akses pasar, serta konektivitas antar kecamatan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya. Dengan akses yang terbuka, biaya distribusi bisa ditekan dan ekonomi warga bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Melalui pembangunan infrastruktur jalan yang terencana dan berbasis akses ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya menjadikan infrastruktur sebagai pengungkit pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.


