Belasan Kampus dan Perusahaan Hadir di Job and Edu Fair SMKN 1 Sumenep

Belasan Kampus dan Perusahaan Hadir di Job and Edu Fair SMKN 1 Sumenep

BR-V || Sumenep – Ratusan siswa SMKN 1 Sumenep mendapatkan kesempatan langka untuk mengenal dunia kampus dan dunia industri secara langsung melalui kegiatan Job and Edu Fair yang digelar di Ruang Teaching Factory, Rabu (14/1/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 16 Januari 2026 itu menghadirkan puluhan perguruan tinggi dan perusahaan yang membuka informasi sekaligus peluang bagi siswa kelas akhir untuk menentukan masa depan mereka setelah lulus.

‎Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak kebingungan dalam memilih jalur setelah tamat sekolah.

‎“Kami ingin siswa memiliki gambaran yang jelas, apakah mereka akan bekerja atau melanjutkan kuliah. Semua informasi kami hadirkan dalam satu tempat,” ungkapnya.

‎Menurutnya, dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan SMK memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang kuat.

‎“SMK harus menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting,” tegasnya.

‎Sebanyak 13 perguruan tinggi dan 16 perusahaan ambil bagian dalam Job and Edu Fair 2026, memberikan konsultasi langsung kepada siswa mengenai jurusan kuliah, peluang kerja, hingga kebutuhan industri saat ini.

‎Para siswa terlihat antusias mengunjungi setiap stan, berdiskusi, serta menggali informasi terkait peluang karier yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka.

‎Bupati Sumenep melalui Asisten III Setkab Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam mempersiapkan generasi muda Sumenep yang berdaya saing.

‎“Kegiatan ini memberi akses nyata bagi siswa terhadap dunia kampus dan dunia kerja, sehingga mereka bisa menentukan langkah dengan lebih percaya diri,” ujarnya.

‎Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kegiatan Job and Edu Fair dapat terus digelar secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas lulusan SMK dan menekan angka pengangguran di daerah.