IKPK2S Resmi Mengemuka: Wadah Persatuan Empat Kecamatan Anambas Lahir di Jalan Jatayu Km 11

IKPK2S Resmi Mengemuka: Wadah Persatuan Empat Kecamatan Anambas Lahir di Jalan Jatayu Km 11

Beritarepublikviralnews.com Tanjungpinang — Dari sebuah sudut teduh di Jalan Jatayu Km 11, di Kedai Kopi Babe Samad yang sejak lama menjadi ruang pertemuan lintas pemikiran masyarakat Tanjungpinang, lahirlah sebuah wadah baru yang membawa identitas, harapan, dan denyut kebersamaan masyarakat Anambas: IKPK2S, Ikatan Keluarga Palmatak, Kute Siantan, Siantan Tengah, dan Siantan Utara.

Pertemuan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang zuhur itu bukan sekadar seremoni peresmian. Di balik suasananya yang sederhana, tersimpan dinamika panjang tentang kebutuhan masyarakat perantauan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa payung struktural yang solid. Banyak aspirasi yang berserakan, keluhan yang melayang tanpa kanal resmi, hingga kebutuhan komunikasi dengan pemangku kepentingan yang kerap tak terjembatani. IKPK2S diproyeksikan hadir untuk menjahit kembali ruang-ruang kosong itu, membentuk satu tubuh sosial yang utuh berbasis kekeluargaan dan gotong royong.

Makna filosofis nama IKPK2S memantulkan karakter masyarakat empat kecamatan tersebut. “Ikatan” merepresentasikan komitmen yang kokoh. “Keluarga” menegaskan kasih sayang dan solidaritas sesama perantau. Palmatak menjadi simbol keteguhan, Kute Siantan menggambarkan kehangatan budaya Melayu, sementara Siantan Tengah dan Siantan Utara menjadi metafora harmoni dua poros yang menjaga keseimbangan sosial masyarakat Anambas. Keseluruhannya menyatu menjadi satu pesan inti: persatuan keluarga besar empat kecamatan yang berkomitmen menjaga adat, budaya, dan identitas leluhur sekaligus memperkuat solidaritas di tanah perantauan.

Dalam forum itu, Al Imron, SST, yang terpilih sebagai ketua umum, tampil membawa narasi visioner. Ia menekankan pentingnya membangun pondasi kelembagaan yang kuat sebelum melangkah pada program yang lebih luas. “Wadah ini harus berdiri stabil terlebih dahulu. Setelah itu barulah kita bergerak dengan program jangka pendek, menengah, dan panjang yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat perantauan,” ujarnya.

Komposisi pengurus yang diumumkan menggambarkan perpaduan energi muda dan pengalaman tokoh-tokoh senior. Al Imron berada di posisi pucuk pimpinan, didampingi wakil ketua yang mewakili empat kecamatan: Kamarullah, Alex, dan H. Azwandi. Sekretaris jenderal serta bendahara umum memperkuat barisan, membentuk struktur yang dinilai para tokoh sebagai formasi ideal untuk mengakselerasi agenda-agenda sosial organisasi ini.

Diskusi mengenai relasi IKPK2S dengan organisasi perantau yang sudah mapan seperti K3A, IKS, dan IKJA turut menjadi sorotan penting. Seorang pemuda yang hadir menekankan perlunya pola kolaborasi, bukan kompetisi. Dengan pengalaman panjang organisasi-organisasi tersebut, sinergi dianggap sebagai prasyarat untuk membangun program bersama yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. “Pengalaman mereka adalah bahan baku terbaik untuk membentuk langkah bersama yang lebih strategis,” ujarnya.

Para pengamat sosial di Kepulauan Riau menilai kelahiran IKPK2S sebagai fase penting dalam proses konsolidasi kultural masyarakat Anambas di Tanjungpinang. Mereka melihat kecenderungan masyarakat perantauan yang semakin menyadari perlunya wadah tunggal yang mampu mengakomodasi aspirasi secara sistematis. Seorang analis sosial lokal mengingatkan bahwa jika organisasi ini mampu menjaga transparansi, menghindari polarisasi, serta tetap berorientasi pada pelayanan sosial, IKPK2S berpotensi menjadi kekuatan baru dalam lanskap sosial Tanjungpinang.

Di balik terbentuknya organisasi ini, hadir sosok penggagas yang selama ini menggalang koordinasi dengan tokoh-tokoh Tanjungpinang, Bintan, hingga Anambas: Bang Azwar. Wajahnya yang sumringah sepanjang pertemuan mencerminkan keharuan tersendiri—sebuah ekspresi yang lahir dari perjalanan panjang merajut komunikasi, menyatukan pandangan, dan menegakkan kembali nilai kekeluargaan masyarakat empat kecamatan. Bagi banyak peserta, sosoknya menjadi jembatan penting yang membawa gagasan ini dari sekadar wacana menjadi kenyataan.

Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama, didedikasikan untuk masyarakat yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan berbagai wilayah lainnya. Doa itu juga dipanjatkan untuk para leluhur dan pendahulu masyarakat Kepulauan Riau—khususnya dari Bintan, Tanjungpinang, dan Anambas—sebagai pengingat bahwa setiap langkah ke depan bertumpu pada sejarah panjang yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Dengan mandat besar dan ekspektasi yang mengalir dari berbagai penjuru, IKPK2S kini resmi menapaki perjalanannya. Jalan panjang menanti, namun dengan idealisme yang terpelihara dan solidaritas yang dijaga, organisasi ini berpotensi menjadi salah satu pilar penting penguatan sosial masyarakat perantauan Anambas di Tanjungpinang pada tahun-tahun mendatang.

( Ns )