
“Pengamanan bukan hanya menjaga tetapi juga menenangkan; bukan hanya mengawasi tetapi melindungi,” tegas Kapolda disambut kesiapsiagaan para peserta apel.
Kapolda menambahkan, pengamanan di tempat ibadah selama perayaan Natal harus dilakukan secara steril dan terukur melalui sterilisasi serta pengaturan alur jemaat. Pada malam pergantian tahun, personel diminta mewaspadai potensi bahaya seperti petasan, kebakaran, kepanikan massa maupun gangguan akibat konsumsi alkohol. Upaya deteksi dini dan pelaporan cepat juga harus menjadi prioritas dalam mencegah ancaman tersembunyi, termasuk aksi teror.
Irjen Asep menginstruksikan seluruh personel untuk bekerja disiplin sesuai SOP, menerapkan pengamanan berlapis di lokasi rawan, serta memberikan pelayanan humanis kepada masyarakat. Sinergi antarpersonel diperkuat melalui posko bersama dan briefing rutin. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dengan menolak segala bentuk pelanggaran dan pungutan liar.

Kapolda menyebut apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen bersama menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Penguatan pengamanan juga selaras dengan program Jaga Jakarta yang berfokus pada empat pilar: Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.
( Red )


