Beritarepublikviral.com, Ogan Ilir — Belasan anggota DPRD Ogan Ilir dikabarkan mengangkut sejumlah aset negara berupa furniture dan peralatan elektronik dari ruang kerja mereka saat kantor tengah direhabilitasi. Informasi ini beredar luas di kalangan pegawai, sebelum akhirnya mencuat ke publik pada Rabu (26/11/2025).

Seorang pegawai DPRD yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa momen rehab total ruangan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum anggota dewan untuk membawa pulang barang-barang inventaris.

“Kantor anggota dewan direhab total, jadi semua barang dikeluarkan dan disimpan sebagai aset negara,” ujarnya.

 

Menurutnya, tahun ini memang ada pengadaan baru untuk furniture serta elektronik, sehingga barang lama dipindahkan ke gudang. Namun keadaan itu justru menjadi celah.

“Terpantau belasan anggota dewan mengambil AC, kursi, meja, dispenser sampai TV. Alasannya barang baru sudah datang,” katanya.

 

Sumber lain menambahkan bahwa para anggota dewan merasa aman karena mengaku telah mendapat persetujuan dari Sekretaris DPRD.

“Katanya sudah konfirmasi dengan Pak Sekwan, makanya mereka berani ambil. Kami pegawai cuma bisa lihat, tidak berani menegur,” ujarnya.

 

Anggaran Miliaran, Prosedur Aset Dipertanyakan. DPRD Ogan Ilir tahun ini menggelontorkan: Rp 2,4 miliar untuk rehab kantor anggota (meliputi pengecatan, pemasangan backdrop, dan perbaikan kamar mandi), Rp 500 juta untuk pengadaan AC, TV, dan kulkas, Rp 500 juta untuk pengadaan kursi dan meja.

Dengan nilai sebesar itu, publik mempertanyakan bagaimana mekanisme pencatatan, penyimpanan, serta pengawasan aset lama yang seharusnya tetap menjadi milik negara.

Sekwan Membantah: Tidak Ada Izin, Semua Aset Dikumpulkan, Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Ogan Ilir, Ahmad Alfarisi, membantah keras adanya izin kepada anggota dewan untuk membawa pulang barang-barang tersebut.

Dalam dialek khas Ogan Ilir, ia menegaskan:
“Idak katek del dewan yang ngambek barang-barang itu. Segalo barang yang diganti dikumpul di satu ruangan.”

 

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian barang lama dipakai kembali oleh staf ASN untuk kebutuhan pekerjaan.

“Ado jugo yang dipake di ruang staf. Cak meja, kursi itu dipake oleh ASN, bukan dibawa pulang,” tegasnya.

 

Alfarisi menambahkan bahwa seluruh aset yang diganti tetap tercatat, dan pihaknya siap melakukan pengecekan jika ada laporan barang keluar tanpa berita acara. @Red