Beritarepublikviral.com, Palembang — Apatis terhadap simbol negara kembali menjadi sorotan setelah bendera Merah Putih ditemukan berkibar dalam kondisi robek dan lusuh di halaman kantor Unit Pelaksana Diknas Pelabuhan Sungai Lais Kota Palembang.
Kondisi bendera yang tidak layak ini sudah beberapa bulan lalu terpantau, namun saat awak media kami pada Kamis (06/11/2025) mendatangi kantor tersebut masih didapati bendera yang terpasang dalam kondisi robek.
Tentunya sangat ironis, bendera tersebut masih tetap dibiarkan terpasang dan berkibar seolah tidak adanya perhatian dari aparatur kantor tersebut.
Pastinya hal ini diduga adanya kelalaian serius dalam pemeliharaan kehormatan bendera negara.
Insiden pembiaran bendera rusak ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. UU tersebut secara tegas mengatur larangan mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, atau kusam.
Konsekuensi hukum bagi pihak yang sengaja merusak, merobek, atau membiarkan bendera negara dalam kondisi tidak layak dengan maksud menodai atau merendahkan kehormatan bendera, dapat dikenakan sanksi pidana berupa penjara paling lama lima tahun atau denda maksimal Rp 500 juta.
Saat awak media kami mencoba mengkonfirmasi hal ini, di kantor UPTD Pelabuhan Sungai Lais tidak didapati Kepala Kantor tersebut.
Namun setelah di komunikasikan Ridwan Nando selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pelabuhan Sungai Lais menyatakan bahwasanya kelalaian tersebut tanpa disengaja. “Namanya Bendera terpasang di pinggiran sungai, terkena hujan dan panas yang menyebabkan robek”. Jelasnya.
Dengan ini awak media mencoba meminta tanggapan dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapannya.
Hal ini kemudian akan kami sampaikan kepada Walikota Palembang mengenai peristiwa ini.
Hal ini sangatlah penting untuk menjaga kehormatan simbol negara dan mencegah terulangnya insiden serupa di instansi lainnya. (Tim)


